B. Indonesia Sekolah Menengah Atas Kamu diminta untuk mengkritisi perilaku berikut ini dari beberapa sudut pandang (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya)!
1. Ada kelompok umat Islam yang beranggapan bahwa hidup di dunia ini hanya mementingkan urusan akhiratlah yang dan meninggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa hidup di akhirat bersifat kekal dan abadi. Oleh karena itu, mereka berpendapat memiliki harta benda, kedudukan tinggi, dan ilmu pengetahuan dunia adalah tidak perlu. Mereka hanya berpikir tentang akherat karena hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara. Selain itu, ada juga umat Islam yang menganut paham fatalisme. Fatalisme yaitu paham yang mengharuskan manusia untuk berserah diri kepada nasib dan tidak perlu berikhtiar. Mereka beranggapan hidup manusia dikuasai dan dikendalikan oleh nasib sehingga tidak perlu bersusah payah berusaha. Berikan tanggapanmu! 2. Saat ini gairah generasi muda untuk mengaji dan mengkaji Islam tampak menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari maraknya kegiatan keislaman yang diikuti oleh pelajar-pelajar dan remaja Islam. Akan tetapi antusiasme remaja Islam dalam melaksanakan kegiatan tidak dibarengi dengan semangat berkarya, baik dalam ilmu pengetahuan maupun yang lainnya. Akibatnya, perkembangan Islam hanya pada formalitas saja tetapi secara kualitas tidak tampak. Berikan tanggapanmu!​

Kamu diminta untuk mengkritisi perilaku berikut ini dari beberapa sudut pandang (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya)!
1. Ada kelompok umat Islam yang beranggapan bahwa hidup di dunia ini hanya mementingkan urusan akhiratlah yang dan meninggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa hidup di akhirat bersifat kekal dan abadi. Oleh karena itu, mereka berpendapat memiliki harta benda, kedudukan tinggi, dan ilmu pengetahuan dunia adalah tidak perlu. Mereka hanya berpikir tentang akherat karena hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara. Selain itu, ada juga umat Islam yang menganut paham fatalisme. Fatalisme yaitu paham yang mengharuskan manusia untuk berserah diri kepada nasib dan tidak perlu berikhtiar. Mereka beranggapan hidup manusia dikuasai dan dikendalikan oleh nasib sehingga tidak perlu bersusah payah berusaha. Berikan tanggapanmu! 2. Saat ini gairah generasi muda untuk mengaji dan mengkaji Islam tampak menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari maraknya kegiatan keislaman yang diikuti oleh pelajar-pelajar dan remaja Islam. Akan tetapi antusiasme remaja Islam dalam melaksanakan kegiatan tidak dibarengi dengan semangat berkarya, baik dalam ilmu pengetahuan maupun yang lainnya. Akibatnya, perkembangan Islam hanya pada formalitas saja tetapi secara kualitas tidak tampak. Berikan tanggapanmu!​
  • Dari kasus diatas bahwa kehidupan di dunia tidaklah terlalu penting yang terpenting adalah kehidupan di akhirat. Namun prinsip semacam itu salah besar baik di dunia maupun di akhirat sama pentingnya. Dimana dalam agama di jelaskan bahwa dunia adalah ladang untuk akhirat artinya untuk memperoleh hasil di akhirat kunci adalah di dunia. Dan dalam islam namanya hubungan antara manusia dengan tuhan (hablun minallah) dan hubungan sesama manusia (hablun minannas) artinya selain hubungan dengan sang pencipta manusia juga di wajibkan berhubungan dengan sesama manusia dengan baik, baik dari segi budaya, sosial dan agama.
  • Di era modern seperti ini formalitas mengalahkan kualitas karena generasi muda di era sekarang ingin semua serba instan, cepat dan praktis. Sama halnya dalam belajar mengaji dalam antusiasme juga bagus karena di iming iming dengan ilmu yang instan seperti halnya belajar pada media online. Sedangkan untuk menuntut ilmu diperlukan guru dan sanad yang jelas agar mereka tidak terjerumus ke dalam ajaran yang salah yang sedikit sedikit menyalahkan sesama.

Pembahasan:

Fatalisme adalah ajaran atau paham bahwa seluruh kehidupan yang dijalani manusia telah ditentukan oleh takdir/nasib, mulai dari lahir hingga akhir hayatnya, akan kembali di neraka atau surga, serta tidak ada kemampuan untuk mengubah takdir/nasib tersebut.

Di dalam Agama Islam, kita dilarang untuk menganut kepercayaan Fatalisme. Hal ini dikarenakan paham fatalisme menjadikan penganutnya memiliki jiwa yang mudah berputus asa dan pesimis.  

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut mengenai materi tentang islam melarang umatnya menganut paham fatalisme https://brainly.co.id/tugas/14232058

#BelajarBersamaBrainly#SPJ1

[answer.2.content]